
Penanews.id, SAMPANG – Memasuki bulan Agustus banyak penjual bendera dan umbul-umbul dalam rangka semarak Hari Kemerdekaan Republik Indonesia mulai menjamur di wilayah Kota Sampang.
Sayangnya, ini tak sebanding dengan pendapatan bagi pedagang. Mereka mengaku sepi pembeli bahkan penghasilannya menurun drastis. Seperti dialami Supardi (40), penjual bendera di Jalan KH Wahid Hasyim atau depan Pasar Srimangunan.
“Pembelinya sepi dan omset menurun 70 persen, tidak seperti dua tahun lalu sebelum pandemi,” kata Supriyadi saat ditemui, Jumat (6/8/2021) pagi.
Pada masa PPKM ini, omset penjualan hanya berkisar di angka Rp 200 ribu selama berjualan satu minggu. Menurutnya, sebelum masa pandemi ia memiliki penghasilan Rp 500 ribu dalam sehari.
“Bisa nutupin modal dan ongkos bensin saja sudah untung, tapi sekarang sangat sepi,” ucapnya.
Supriyadi mengatakan, selama berjualan hampir dua pekan ini hanya beberapa potong bendera dan umbul-umbul terjual. Meski begitu, dirinya tak putus asa dan tak mau ambil pusing mengenai kebijakan PPKM demi bertahan hidup mencukupi kebutuhan.
“Bismillah saja semoga ada rejeki, pasti nanti banyak pembeli karena sudah mendekati 17 Agustus,” tuturnya.
Har



