
Penanesw.id, SAMPANG – Untuk mencegah munculnya kerumunan selama penerapan PPKM Darurat, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Sampang, Jawa Timur mematikan sementara sambungan internet di desa-desa.
Plt. Kepala Dishubkominfo Sampang, Amrin HD, S.Kom mengatakan kebijakan itu diambil karena apabila tidak diputus maka akan menjadi momen berkumpulnya warga yang hendak menikmati sambungan internet (WiFi).
Menurut Amrin pemutusan internet desa ini sudah berkoordinasi dengan Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) kabupaten Sampang.
“Kita matikan sementara, karena masih dalam situasi PPKM Darurat. Sesuai perintah pimpinan, hal ini dilakukan agar tidak terjadi kerumunan masa dan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kita juga sudah berkooridinasi dengan ketua AKD mas”. Kata Amrin Senin (26/07/2021).
Saat ditanya bagaimana dengan internet yang biasa digunakan oleh adik-adik pelajar untuk sekedar mengerjakan tugas dan mengikuti pelajaran daring, Amrin memaparkan bahwa pemutusan internet desa ini akan terus dilakukan evaluasi. Dengan berbagai pertimbangan dan masukan dari masyarakat termasuk rekan-rekan media .
“Nah, nanti kalau memang ada problem baru dengan pemutusan ini ya akan kita evaluasi lagi mas. Saya terimkasih nih sudah diberikan masukan sepert ini” Ungkap Amrin.
Disisi lain, internet desa (Indes) sangat bermanfaat bagi siswa atau mahasiswa yang sedang mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (Daring).
Bahkan untuk sekedar mengumpulkan tugas, mereka para pelajar rela datang ke wilayah-wilayah yang menyediakan internet gratis.
Namun, setelah indes ini dimatikan dirinya harus meminta uang kepada orang tuanya untuk membeli kuota internet.
“Biasanya kalau ada internet desa saya tinggal kesana sebentar untuk mengerjakan tugas dan setelah itu pulang. Tapi sudah seminggu lebih internet desa mati. Mau tidak mau ya harus minta uang sama ortu untuk beli kuota internet,” Ucap Yusuf, mahasiswa yang ada di Kecamatan Banyuates.
Ditempat berbeda Ahmad Muhtadin selaku Ketua AKD Kabupaten Sampang juga mengiyakan perihal koordinasinya dengan Dishubkominfo sebelum dilakukan pemutusan internet desa.
Pria yang akrab disapa Bun Ahmad ini menjelaskan selain menghindari kerumunan masa, pemutusan internet ini juga sebagai langkah meminimalisir penyebaran berita hoax, lebih-lebih yang ada di tingkat Desa.
“Iya betul, sebelum melakukan pemutusan Plt. Kadishubkominfo sudah berkoordinasi dengan kami agar disampaikan ke teman-teman kepala desa se kabupaten Sampang. Bahwa pemutusan internet ini dilakukan sebagai upaya mencegah kerumunan masa dan meminimalisir penyebaran berita hoax. Apalagi yang berkaitan dengan Covid-19. Jadi untuk sementara waktu pakai kuota internet seluler saja dulu ya” terang Ahmad.
Yon



