
Penanews.id, SUMENEP – Lima dusun di Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Madura selalu kekurangan air bersih setiap tahun saat musim kemarau tiba.
Lima Dusun itu diantaranya Dusun Tanunggul, Berkongan, Bangsoka, Komes, dan Dusun Delima. “Setiap tahun di Dusun tersebut selalu kekurangan air saat musim kemarau tiba,” kata Ahmad Junaidi, Kepala Desa Montorna pada media ini.
Untuk memenuhi kebutuhan air saat musim kemarau kata dia, warga membuat bendungan air seperti sumur untuk menampung air hujan yang bakal dimanfaatkan saat memasuki musim kemarau. “Rata-rata warga memiliki dua sampai tiga bendungan,” ungkap mantan aktivis Malang itu.
Meski begitu lanjut dia, cadangan air tersebut tidak cukup hingga memasuki musim penghujan berikutnya. “Hanya cukup hingga bulan enam (Juni), kalau sudah bulan Juli masyarakat sudah kekurangan air,” jelas pria yang baru menjabat sebagai Kepala Desa itu.
Saat itu sambung Junaidi masyarakat harus membeli untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga harus membeli dengan harga yang cukup fantastis, yakni berkisar Rp300 -Rp350 per pick up. Jika digunakan untuk kepentingan mandi dan konsumsi, satu kali beli diperkirakan hanya cukup lima hingga tujuh hari pemakaian.
“Tapi, Alhamdulillah setiap tahun kami juga diberi suplai air dari BPBD (badan penanggulangan bencana daerah). Kalau bisa khusus untuk Desa Montorna anggaran suplai air ditambah tahun ini,” harapnya.
Sementara kebutuhan air tidak hanya untuk konsumsi, melainkan juga untuk lahan pertanian. Selain itu juga untuk kebutuhan hewan ternak. “Semoga saja ada solusi kedepan, sehingga warga tidak selalu kekurangan air saat musim kemarau tiba,” tegas dia.
Desa Montorna berada di wilayah paling barat Kabupaten Sumenep atau berada di perbatasan antara Kabupaten Sumenep dengan Kabupaten Pamekasan. Disana terdapat 8 dusun, diantaranya Tanunggul, Berkongan, Bangsoka, Komes, Delima, Tanggulun, Lenteng dan Dusun Montorna.
JND







