Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penanews.id
No Result
View All Result
Home Madura Bangkalan

PSB Al-Amien Prenduan: Dari Pesantren Digital Hingga Santri Tidak Mampu

TwitterFacebookWhatsApp



Penanews.id, BANGKALAN– Tiap libur Ramadan tiba, majelis kiai Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan berkeliling pulau Madura untuk SPSB. Singkatan dari Sosialisasi Penerimaan Santri Baru.

Hari ini, Selasa, 6 April 2021. Kegiatan rutin tahunan ini digelar di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Ikatan Keluarga Besar Al-Amien (IKBAL), wadah bagi alumni, simpatisan dan abituren Al-Amien, menggelar sosialisasi ini di Kecamatan Arosbaya.

Tepatnya di Masjid An-Nur Karang Pao, Desa Tambegan. KH Ahmat Fauzi Tjidjani, pimpinan Pesantren Al-Amien hadir langsung ke lokasi.

“Kami sengaja menggelar acara ini di desa, untuk memberdayakan koordinator Ikbal di kecamatan. Selain juga karena banyak santri dan alumni Al-Amien dari Arosbaya,” kata Ketua Ikbal Korda Bangkalan, KH Fauzi Sakdullah.

Sementara, menurut Pimpinan Pesantren Al-Amien, KH Ahmat Fauzi, selain sosialisasi, inti dari kegiatan ini adalah menjaga silaturrahim antara santri dan kiai agar tak putus sambungan ilmu.

“Jadi apapun kalian, banggalah menjadi santri Al-Amien. Dan jangan lupa, doakan terus para kiai, kirimi Fatihah, agar batin selalu tersambung,” kata kiai alumnus Universitas Al-Azhar Mesir itu.



Pesantren Digital

Sementara terkait penerimaan santri baru, Pesantren Al-Amien Prenduan telah lama menerapkan sistem digitalisasi. Masyarakat yang tinggal di luar Pulau Madura misalnya bisa mendaftar secara online di semua lembaga dengan sistem barcode atau lewat situs website resmi pesantren: www.psb.tmial-amien.sch.id

Pendaftaran online dibuka mulai 13 April hingga 10 Juni 2021. Sedangkan pendaftaran offline alias langsung datang ke pesantren dimulai 27 Mei hingga 10 Juni 2021.

Baik ke TMI, Ma’had Tahfid Al-Quran (MTA), Putri 1 hingga ke Kampus IDIA. Dengan biaya pendaftaran kurang lebih Rp 1,5 juta. Biaya ini belum termasuk iuran bulanan SPP dan Kost juga seragam pesantren.

Selain itu, Al-Amien juga telah menetapkan e-wallet atau tabungan santri digital. Lewat layanan ini tak ada transaksi uang tunai, mulai dari pembayaran iuran bulanan hingga santri bisa berlanja cukup dengan sidik jari.

Baca Juga:

Apel Tahunan Al-Amien Prenduan, Kiai Ahmad Ingatkan Cita-Cita Agung Lahirnya Pesantren



Santri Tidak Mampu

KH. Ahmat Fauzi menegaskan Al-Amien juga menerima santri dari kalangan tidak mampu. Syaratnya, menyertakan surat tidak mampu dari kepala desa dan mendapat surat rekomendasi dari madrasah tempatnya menimba ilmu di desanya.

“Santri tidak mampu haruslah santri utusan dari lembaga di desanya. Harus kader. Agar setelah lulus bisa mengabdi dan membantu pendidikan di desanya,”
Tuturnya.

Kemudian santri tidak mampu tersebut menghadap ke mudir marhalah alias kepala sekolah, untuk mendapat keringanan biaya sesuai kemampuan orang tuanya.

“Al-Amien punya kebijakan khusus bagi santri tidak mampu,” ungkap Kiai Ahmat.

EMBE









    Tags: Biaya mondok di Al-Amien PrenduanDaftar online Al-Amien PrenduanKH ahmat Fauzi tidjaniPenerimaan santri baru Al-AmienPondok pesantren Al-Amien Prenduan
    1.7k
    VIEWS
    TwitterFacebookWhatsApp

    Related Posts

    Pengedar Sabu di Bangkalan Gunakan Modus Kurir Makanan

    Pengedar Sabu di Bangkalan Gunakan Modus Kurir Makanan

    4 minggu ago
    7
    Bukan Jalan-Jalan, Ayah di Madura Ajak Anak 13 Tahun Keliling untuk Curi Motor

    Bukan Jalan-Jalan, Ayah di Madura Ajak Anak 13 Tahun Keliling untuk Curi Motor

    4 minggu ago
    8
    Empat Pilar Harus Menjadi Kompas Pengelolaan Kekayaan Alam

    Empat Pilar Harus Menjadi Kompas Pengelolaan Kekayaan Alam

    4 bulan ago
    11
    Bhinneka Tunggal Ika Kunci Redam Intoleransi di Era Politik Identitas

    Bhinneka Tunggal Ika Kunci Redam Intoleransi di Era Politik Identitas

    7 bulan ago
    47
    Hasani bin Zuber: Nasionalisme Perlu Adaptif di Tengah Arus Budaya Pop Global

    Hasani bin Zuber: Nasionalisme Perlu Adaptif di Tengah Arus Budaya Pop Global

    7 bulan ago
    52
    Gadis Asal Kwanyar Bangkalan Lapor Polisi Usai Mengaku Jadi Korban Persetubuhan

    Gadis Asal Kwanyar Bangkalan Lapor Polisi Usai Mengaku Jadi Korban Persetubuhan

    7 bulan ago
    232
    Next Post
    10 Orang Terkaya di Indonesia di Masa Pandemi

    10 Orang Terkaya di Indonesia di Masa Pandemi

    • Redaksi
    • Pedoman
    • Hubungi
    • Karir
    • Iklan
    • Policy
    • Disclaimer

    © 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

    No Result
    View All Result
    • Nasional
    • Nusantara
    • Madura
    • Jatim
    • Wisata & Kuliner
    • Olahraga
    • Tekno
    • Ekonomi
    • Opini
    • Jepret

    © 2026 Penanews.id All right reserved.

    Welcome Back!

    Sign In with Facebook
    OR

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In