penanews.id, BANGKALAN – Di zaman ini, setiap mahasiswa harus menjadi pendamai, ketika polarisasi akibat pemilihan umum 2019, yang dikenal lewat istilah cebong dan kampret, masih terasa sampai hari ini.
Polarisari yang berpotensi memicu perpecahan harus diredam dan sebagai kaum terdidik, mahasiswa bisa mengambil tugas mulia ini.
Agar mampu menjadi juru damai, Anggota MPR RI Hasani Bin Zuber menyarankan mahasiswa mempelajari fondasi Bangsa Indonesia yang dikenal dengan istilah empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Empat pilar ini, kata dia, komitmen kebangsaan yang harus terus ditingkatkan.
“Sejarah bangsa ini menjadi bukti bahwa Pancasila, NKRI merupakan hasil dari suatu kesepakatan untuk mencapai tujuan berbangsa dan bernegara,” kata Hasani ketika mengadakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dihadapan aktivis mahasiswa di Bangkalan, Selasa, 16 Maret 2021.
Selain polarisasi, Hasani mengatakan masih banyak tantangan lain yang tengah dihadapi Indonesia, mulai dari kemiskinan, stunting, radikalisme, terorisme, intoleransi, anti NKRI, anti Pancasila, bahkan anti terhadap pemerintah yang sah.
Menurut dia, berbagai permasalahan itu dapat diatasi melalui teologi kerukunan yang tidak hanya damai, tetapi juga saling membantu.
“Kalau ingin hidup rukun, harus banyak yang mampu merukunkan. Caranya saling menolong, saling membantu, dan saling mendukung satu dengan yang lain,” ungkap Hasani.
EMBE





