
anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim dan KH Muhammad Zakki.
penanews.id, SURABAYA– Fraksi PDI Perjuangan mengundang sejumlah kiai ke kantor mereka di DPRD Jawa Timur. Langkah ini ditempuh untuk menggali sebanyak mungkin informasi dan masukan yang dibutuhkan untuk kemudian dimasukkan dalam Rancangan Perda Pondon Pesantren yang tengan lagi digodok oleh panitia khusus.
Salah satu kiai yang diundang adalah Dr. K.H. Muhammad Zakki M.Si, pengasuh Ponpes Mukmin Mandiri, Sidoarjo.
“PDIP sangat serius membahas Raperda pesantren ini. PDIP juga ingin terus bekerjasama dengan pondok pesantren mendorong potensi santri berdaya secara ekonomi,” terang Sri Untari, Ketua Fraksi PDIP didampingi sejumlah anggota, Selasa (9/3/2021).
Dalam diskusi itu KH Muhammad Zakki menyampai ihwal pentingnya santri harus memiliki jiwa entrepreneur agar mampu berperan penting di segala situasi dan zaman.
Menurut dia, dengan memiliki jiwa enterpreneur, santri tak hanya pandai dari segi ilmu agama, tapi juga mandiri secara ekonomi.
“Lulusan pondok pesantren harus mampu berdikari. Sehingga santri juga memiliki kemampuan lain, selain mengaji,”ungkap dia.
Mahfud S.Ad, Anggota Fraksi PDIP, sepakat dengan Kiai Zakki. Dia pun menjelaskan bagaimana alur dan karakter Raperda pesantren yang tengah perjuangkan.
“Pertama kami ingin Raperda ini komprehensif. Yang mengakomodir semua budaya dan potensi yang ada di pondok pesantren” terang Mahfud yang juga Anggota Pansus Raperda Pondok Pesantren.
Menurut Mahfud, dirinya ingin nilai nilai yang ada dalam Raperda nantinya tidak hanya enterprenur melainkan juga bermuara pada nasionalisme
“Jadi selain kita membahas masalah pesantren dan enterpreunership. Kita juga akan menekankan agar perda nantinya menekankan pada faham ahlussunah wal jamaah. Faham nasionalisme. Agar perda ini tidak ditunggangi oleh faham yang merongrong NKRI dan berhaluan radikalis dan ekstrimis”. Imbuh alumnus Pondok Pesantren Nurul Cholil Demangan di Bangkalan ini.
RED







