
Penanews.id, Surabaya- Panitia Khusus (Pansus) Raperda tentang pengembangan Pesantren di Jawa timur resmi dibentuk,Kamis. (18 Feb 2021) .
Pansus tersebut di anggap penting Mengingat jumlah pesantren di Jawa Timur cukup banyak mencapai 4.720 pesantren.
Hal tersebut mengacu pada Undang-undang Nomor 18 2019 yang mengatur tentang pendidikan keagamaan dan kepesantrenan.
Mahfud S.Ag, Politisi PDI-Perjuangan menjelaskan bahwa pembentukan pansus itu merupakan semangat bersama lintas partai di Jawa timur.
“Alhamdulillah pansus Raperda ponpes sudah dibentuk, kami ditugaskan oleh fraksi PDI-P untuk berperan aktif memberikan sumbangsih pemikiran dalam memberikan perhatian khusus kepada pensantren, baik sarana dan prasarananya, bahkan pada proses belajar mengajar dilingkungan pesantrean”, ucapnya.
Mahfud yang juga merupakan alumnus pesantren menyampaikan bahwa partainya sangat serius dan akan mengawal sampai terbentuk Perda.
“Fraksi kami (PDI-P) sangat serius dalam pengawalan Raperda tersebut karna pesantren adalah salah satu tempat proses pengkaderan anak bangsa untuk menjadi penerus yang mempunyai imtaq dan impek yang baik dan handal serta berkarakter tinggi. Dan itu merupakan aset dari generasi bangsa ini”, tuturnya.
Mahfud menambahkan bahwa UU pesantren, hari santri bahkan Raperda pesantren di Jawa timur berbarengan ketika PDI-P menjadi pemenang dipusat maupun di Jawa timur.
“Kami sangat bangga semenjak pak Jokowi jadi presiden, PDI-Perjuangan menjadi pemenang di legislatif pusat dan bahkan di Jawa timur. Pondok pesantren sangat di hargai. Karna hususnya saya selaku jebolan pondok pesantren, pemerintah membangun semangat negara dengan Nasionalis-Relegius. Dan itu bukan hanya teori. Tapi benar benar kita rasakan hari ini”, ucapnya.
Bendahara GP Ansor bangakalan itu menjelaskan bahwa spirit itu keluar karna tidak terlepas dari pesan bung Karno, yang secara historis selalu berdampingan dengan para ulama’ dan santri. Contoh konkrit ketika mempertahankan kemerdekaan, Soekarno Sowan dan minta dawuh kepada hadratus syekh KH Hasyim. Itu menjelaskan bahwa Soekarno mengajarkan pada kita semua tentang pentingnya membangun negara yang Nasionalis – Relegius. Sampai sampai Pancasila pun butir pertama tentang ketuhanan yang maha esa. Dan kedekatan PDIP terhadap ulama’ sudah terbukti. Bagaimana ibu Mega menjadi wakil gusdur. Ibu Mega bergandengan dengan KH Hasyim Muzadi. Dan sekarang Jokowi dengan KH ma’ruf amin. Tutup mahfud
RED







