• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Kamis, 12 Maret 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Jatim

Jokowi Minta Kepala Daerah Tak Gegabah Terapkan New Normal

  • Selasa, 30 Juni 2020 14:57
FacebookTwitterWhatsApp
New normal
Kartun dari jokoway.com

Penanews.id, JAKARTA – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan para kepala daerah untuk tidak tergesa-gesa mengambil kebijakan transisi PSBB menuju tatanan normal baru atau new normal. Sebab, kata Jokowi, ancaman Covid-19 masih tinggi dan ia tidak ingin terjadi gelombang kedua Covid-19.

“Jangan sampai kita berani membuka (PSBB), masuk ke new normal, tapi keadaan data masih belum memungkinkan. Jangan dipaksa. Tidak usah tergesa-gesa,” ujar Jokowi saat menyampaikan pengarahan melalui telekonferensi dari Provinsi Jawa Tengah pada Selasa, 30 Juni 2020.

Baca Juga:

Jokowi Tegur OJK Karena Kasus Asuransi Banyak Rugikan Nasabah

Tiga Poin Kritikan Jokowi saat ‘Jewer’ Dirjen Imigrasi

Kebijakan menerapkan normal baru, kata Jokowi, harus berdasarkan data saintifik dan pendapat para ahli. “Data-data itu dipakai. Jangan sampai Rt-nya masih tinggi di atas 1, R0 masih tinggi kita sudah berani buka. Hati-hati, jangan membuat kebijakan tanpa sebuah data science yang jelas.”

Jika secara data sudah memungkinkan diberlakukan normal baru, kata Jokowi, maka tahapan-tahapan menuju new normal baru bisa dilakukan. Mulai dari prakondisi, menentukan waktu, hingga menentukan sektor mana yang bisa dibuka secara bertahap.

“Kalau sektor industri, pariwisata sudah memungkinkan, ya silakan dibuka. Tapi juga mungkin masih dibatasi kapasitasnya,” ujar Jokowi.

Evaluasi juga harus dilakukan secara berkala. Jika kebijakan normal baru menyebabkan kasus Covid-19 di suatu daerah meningkat, kata Jokowi, PSBB atau karantina wilayah bisa diberlakukan kembali.

“Kalau memang keadaannya (kasus Covid-19) naik, ya tutup lagi.” Kepala daerah, kata Presiden, harus berani memutuskan seperti itu.

“Tidak bisa lagi kita sekali lagi memutuskan sebuah kebijakan tanpa dilihat yang namanya data science dan masukan dari para pakar,” ujar Jokowi.

Tags: Jokowi kesal kerja menterijokowi new normal
159
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

HUT TNI ke-80, Arsenal Batuporon Ajak Warga Bersih Pantai dan Jaga Area Vital

HUT TNI ke-80, Arsenal Batuporon Ajak Warga Bersih Pantai dan Jaga Area Vital

6 bulan yang lalu
128
Marching Band Al-Amien Prenduan, Raih Juara Umum di Kompetisi Nasional GMBC 2025

Marching Band Al-Amien Prenduan, Raih Juara Umum di Kompetisi Nasional GMBC 2025

6 bulan yang lalu
102
PORSENIJAR Zona 3, PGRI Bangkalan Tampil Perdana Langsung Torehkan Prestasi

PORSENIJAR Zona 3, PGRI Bangkalan Tampil Perdana Langsung Torehkan Prestasi

6 bulan yang lalu
63
Demokrat Bangkalan Peringati Harlah ke-24 dengan Virtual Meeting dan Aksi Sosial

Demokrat Bangkalan Peringati Harlah ke-24 dengan Virtual Meeting dan Aksi Sosial

6 bulan yang lalu
45
Petronas Diultimatum Nelayan: Bayar Ganti Rugi atau Angkat Kaki

Petronas Diultimatum Nelayan: Bayar Ganti Rugi atau Angkat Kaki

7 bulan yang lalu
50
GSN Bantah Ada Pungutan Bantuan Becak Listrik Presiden di Bangkalan

GSN Bantah Ada Pungutan Bantuan Becak Listrik Presiden di Bangkalan

8 bulan yang lalu
103
Berikutnya
Ra Latif Pukul Bedug, Nurul Cholil Resmi jadi Pesantren Tangguh Covid 19

Ra Latif Pukul Bedug, Nurul Cholil Resmi jadi Pesantren Tangguh Covid 19

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.