Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Rabu, 4 November 2026
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penanews.id
No Result
View All Result
Home Jatim

Ada Motif Ayah Menyukai Anak Tirinya Dalam Kasus Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB

TwitterFacebookWhatsApp

Baca Juga:

Dikira Kayu, Ternyata Mayat Wanita yang Terbakar di Desa Banjar

Fakta Baru Pembunuhan Siswa SMK Pelayaran: Nyabu Sebelum Membunuh

Ilustrasi



Penanews.id, MALANG – Pada 8 April 2022, di sebuah semak-semak di Kabupaten Purwodadi ditemukan mayat pemuda. Oleh polisi, identitas si pemuda berhasil diidentifikasi. Namanya Bagus Prasetya Lazuardi. Ia mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya Malang.

Tim Subdit III Jatanras, Ditreskrimum Polda Jatim, yang menangani kasus ini kemudian berhasil mengungkap modus serta pelaku pembunuhan ini. Tersangkanya adalah ZI yang tidak lain adalah ayah tiri pacar korban.

Dilansir suarasurabaya.net, AKBP Ronald A Purba Waddirreskrimum Polda Jawa Timur menyampaikan bahwa tersangka membunuh korban dengan cara membekap kepala korban menggunakan kantong plastik.

“Proses pembunuhan terjadi di dalam mobil milik korban, dengan cara dibekap dari belakang menggunakan kantong plastik hingga membuatnya tidak bisa bernapas kemudian menekan dada korban dengan lutut hingga membuatnya meninggal,” kata AKBP Ronald Purba saat jumpa pers , Senin (18/4/2022).

Sesuai keterangan Ronald, tersangka sebelumnya sudah mengenal korban terlebih dahulu, dan sebelum terjadi pembunuhan ZI mengajak korban untuk bertemu di Malang pada 7 April.


Dengan modus memberi oleh-oleh untuk keluarga korban, ZI mengajak korban bertemu terlebih dahulu di Malang,” ujarnya.

Pada tanggal 7 April tersebut, tersangka berangkat menggunakan motor miliknya untuk menemui korban, sebelumnya motor tersangka dititipkan ke rumah YP (saksi) kemudian ZI bersama korban naik mobil Kijang Innova milik korban.

Setelahnya mereka berada di dalam satu mobil bersama dan berkeliling Kota Malang untuk mencari tempat ngopi.

Sebelum pelaku melakukan pembunuhan, keduanya sempat cek cok, ZI meminta handphone korban lalu mengancam dengan mengeluarkan pistol mainan.  Selanjutnya tersangka membaca isi chat korban dengan si anak tiri, kemudian menghabisi korban.

“Dalam kasus ini kami menemukan motif, ZI punya rasa suka dengan anak tirinya atau pacar korban. Selain itu korban sering dimintai uang oleh tersangka,” kata AKBP Ronald Purba.

“Kami berhasil mengamankan berbagai barang bukti di antaranya sepeda motor milik pelaku, 3 unit handphone, 1 buah tas warna cokelat, pistol mainan,” katanya.

AKBP Ronald melanjutkan, barang bukti lain yang diamankan adalah palu yang digunakan untuk merusak hp korban, kemudian pisau untuk mencongkel plat nomor mobil korban, dan satu buah helm grab milik tersangka.

Tersangka yang diketahui berprofesi sebagai tukang ojek online ini memarkir mobil korban di Ruko Kolombia Malang, kemudian pergi ke rumah HK (saksi kedua) untuk menitipkan kunci mobil korban.

Kemudian keesokan harinya pada 8 April setelah mengambil kunci mobil korban di rumah HK tersangka pergi kembali menuju Ruko Kolombia  menaiki ojol untuk berencana membuang mayat korban.

Dengan menyetir mobil Innova yang berisikan mayat korban, tersangka berkeliling di beberapa daerah dahulu sebelum memutuskan membuang mayat di semak-semak di Purwodadi.

“Setelah membuang mayat korban, tersangka membuka handphone korban dan mengambil uang sejumlah Rp3,4 juta melalui M-Banking korban,” tutur Ronald.

Tersangka ZI yang tinggal di Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang ini dijerat pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP subsider 365 ayat 3 KUHP.

“Pelaku terancam terkena pidana maksimal 20 tahun penjara,” ujar Ronald.

Tak berhenti sampai di sini, jajaran kepolisian menyatakan bahwa masih terus melanjutkan penyelidikan kasus pembunuhan mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya itu.

Selain karena cemburu, Polisi juga menemukan motif ekonomi dimana tersangka ingin menguasai mobil korban dan menjualnya.

“Penyelidikan kasus masih akan terus berlanjut, dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain dalam kasus pembunuhan ini,” pungkas Ronald dilansir suara surabaya.net

EMbe











Tags: Pembunuhanpembunuhan di apartemenPembunuhan mahasiswaPembunuhan mahasiswa kedokteran UBpembunuhan sadis
65
VIEWS
TwitterFacebookWhatsApp

Related Posts

HUT TNI ke-80, Arsenal Batuporon Ajak Warga Bersih Pantai dan Jaga Area Vital

HUT TNI ke-80, Arsenal Batuporon Ajak Warga Bersih Pantai dan Jaga Area Vital

1 tahun ago
132
Marching Band Al-Amien Prenduan, Raih Juara Umum di Kompetisi Nasional GMBC 2025

Marching Band Al-Amien Prenduan, Raih Juara Umum di Kompetisi Nasional GMBC 2025

1 tahun ago
114
PORSENIJAR Zona 3, PGRI Bangkalan Tampil Perdana Langsung Torehkan Prestasi

PORSENIJAR Zona 3, PGRI Bangkalan Tampil Perdana Langsung Torehkan Prestasi

1 tahun ago
75
Demokrat Bangkalan Peringati Harlah ke-24 dengan Virtual Meeting dan Aksi Sosial

Demokrat Bangkalan Peringati Harlah ke-24 dengan Virtual Meeting dan Aksi Sosial

1 tahun ago
56
Petronas Diultimatum Nelayan: Bayar Ganti Rugi atau Angkat Kaki

Petronas Diultimatum Nelayan: Bayar Ganti Rugi atau Angkat Kaki

1 tahun ago
58
GSN Bantah Ada Pungutan Bantuan Becak Listrik Presiden di Bangkalan

GSN Bantah Ada Pungutan Bantuan Becak Listrik Presiden di Bangkalan

1 tahun ago
120
Next Post
Pemerintah: Tak Boleh Makan Minum saat Halal bihalal Lebaran

Pemerintah: Tak Boleh Makan Minum saat Halal bihalal Lebaran

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2026 Penanews.id All right reserved.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In