
Penanews.id, BANGKALAN- Anggota MPR RI Hasani bin Zuber menegaskan pentingnya penguatan nilai Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi menjaga kohesi sosial di tengah menguatnya politik identitas dan polarisasi masyarakat. Hal itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Bangkalan, Minggu (29/3).
Baca Juga:
Menurut Hasani, dinamika masyarakat multikultural Indonesia saat ini menghadapi tantangan baru, terutama akibat derasnya arus informasi digital yang kerap memicu kesalahpahaman antar kelompok.
“Perbedaan adalah keniscayaan. Namun, ketika tidak dikelola dengan baik, ia bisa menjadi sumber konflik. Di sinilah Bhinneka Tunggal Ika harus terus dihidupkan, bukan sekadar slogan,” ujarnya.
Ia menilai, praktik intoleransi yang muncul belakangan ini tidak lepas dari menguatnya narasi eksklusivitas identitas, baik berbasis agama, suku, maupun afiliasi politik.
Kondisi tersebut, lanjutnya, berpotensi menggerus semangat persatuan jika tidak diantisipasi melalui edukasi kebangsaan yang berkelanjutan.
Dalam konteks itu, Hasani mendorong penguatan literasi kebangsaan di tingkat akar rumput, termasuk melalui peran tokoh masyarakat, pendidik, dan generasi muda.
“Kita perlu membangun kesadaran bahwa keberagaman adalah kekuatan. Nilai inklusivitas harus menjadi praktik sehari-hari, bukan hanya wacana,” katanya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran negara dalam memastikan kebijakan publik tidak diskriminatif dan mampu merangkul seluruh kelompok masyarakat.
Menurutnya, implementasi nilai-nilai Empat Pilar—terutama Bhinneka Tunggal Ika—harus tercermin dalam tata kelola pemerintahan yang adil dan setara.
Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, perangkat desa, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan. Diskusi berlangsung interaktif dengan mengangkat berbagai persoalan aktual terkait relasi sosial di tengah keberagaman.
Hasani berharap, penguatan nilai Bhinneka Tunggal Ika dapat menjadi instrumen strategis dalam meredam potensi konflik sosial sekaligus memperkuat integrasi nasional di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. EMbe



