
Penanews.id, Bangkalan – Anggota MPR RI Hasani bin Zuber menilai Generasi Z menghadapi tantangan sosial yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Budaya serba instan, viral, dan kompetitif membuat anak muda rentan kehilangan arah jika tidak dibekali nilai-nilai kebangsaan yang kuat.
“Generasi Z tumbuh di era digital. Informasi datang sangat cepat, tapi tidak semuanya membawa nilai kebaikan. Di sinilah Pancasila menjadi kompas etika,” kata Hasani, saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kabupaten Bangkalan, 9 Desember 2025.
Ia menyoroti fenomena perundungan daring, budaya saling menjatuhkan, hingga kecenderungan mengukur nilai diri dari popularitas di media sosial.
Menurutnya, hal-hal tersebut bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila.
Hasani menegaskan bahwa Pancasila bukan ideologi usang, melainkan nilai hidup yang relevan untuk menjawab tantangan zaman. Nilai gotong royong, toleransi, dan keadilan harus diterjemahkan dalam sikap generasi muda, baik di lingkungan pendidikan, komunitas, maupun ruang digital.
“Jika Pancasila hanya dihafal tanpa diamalkan, maka kita kehilangan arah. Tapi jika nilai itu hidup, generasi muda akan menjadi kekuatan utama bangsa,” ujarnya.
EMbe
