Penanews.id, JAKARTA– SATU lagi bukti betapa bahaya polusi dan pencemaran zat kimia. Dr. Shanna Swan menerbitkan buku, Count Down, yang merupakan hasil penelitiannya selama lebih dari 40 tahun sejak 1970.
Dr. Swan, dokter reproduksi dan ahli lingkungan, menyimpulkan jumlah sperma laki-laki di Barat berkurang 59% dan ukuran penisnya menyusut.
Tak hanya bagi laki-laki, usia kesuburan perempuan juga berkurang dibanding ibu atau neneknya.
Swan menemukan bahwa perempuan usia 20-an hormon reproduksinya berkurang dibanding nenek mereka yang baru terdeteksi di usia 35.
Penyebab menyusutnya penis adalah zat kimia yang disebut ftalat. Zat kimia ini merupakan campuran bahan baku plastik. Flalat membuat plastik menjadi kuat dan fleksibel.
Karena itu sumber penularan flalat ke tubuh manusia bisa berasal dari barang rumah tangga atau mainan. Flalat adalah zat kimia yang bisa kita temukan dalam cat kuku, sampo, sabun, kosmetika, pengeras rambut.
Dr. Swan meneliti paparan ftalat pada tikus dan menemukan tikus hamil yang terpapar bahan kimia ini melahirkan bayi dengan ukuran penis yang kecil.
Temuan itu kemudian diteliti juga pada bayi manusia. Ia menemukan bahwa bayi yang dikandung oleh ibu yang terpapar oleh bahan kimia memiliki panjang anogenital, organ yang menentukan panjang penis, telah menyusut.
Temuan Swan ini sebetulnya tidak baru. Para peneliti telah menyelidiki hubungan polusi dan pencemaran dengan kerusakan organ.
Meski temuannya berbeda-beda, kesimpulannya bisa disatukan, yakni polusi yang mengandung zat kimia berbahaya merusak organ reproduksi dan menurunkan tingkat kesuburan pada pria dan wanita. Ftalat bahkan sudah lama dicurigai sebagai penyebab kemandulan.
Temuan Swan menjadi menarik karena penelitiannya fokus pada satu zat kimia yang terhirup manusia bersama polusi.
Meskipun temuan-temuan ilmiah lainnya menyebutkan bahwa penyusutan penis lebih karena gaya hidup yang tak sehat, seperti kebiasaan merokok, pengaruh obat-obatan, obesitas, tapi semuanya berasal dari paparan zat kimia.
Temuan Dr. Swan merekatkan temuan-temuan ilmiah sebelumnya. Rokok, obat-obatan, adalah benda yang mengandung zat kimia sehingga merusak organ-organ tubuh, termasuk alat reproduksi.
Justice, misalnya, menyebut ada 16 zat kimia berbahaya yang terkandung dalam asap pembakaran batu bara.
Semua zat kimia dalam polusi itu merusak tubuh. Zat kimia yang menyebabkannya adalah mangan, molibdenum, zinkum, dan stibium.
Tak hanya merusak reproduksi, penelitian di Environmental Research menemukan polusi udara menjadi penyebab 10,2 juta orang tewas setahun. Polusi udara paling banyak berasal dari pembakaran batu bara.
Sumber: foresdigest.com





