• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Jumat, 22 Mei 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Madura Bangkalan

KH Zubair Muntashor Wafat, Masyarakat Bangkalan Berduka

  • Minggu, 28 April 2024 16:43
FacebookTwitterWhatsApp

Penanews.id, Bangkalan – Puluhan ribu santri, alumni dan masyarakat, iringi pemakaman pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Cholil Bangkalan, KH. Zubair Muntashor menuju pasarean Syaikhona Kholil Bangkalan.

Baca Juga:

. . .

Wafatnya cicit Syaikhona Kholil Bangkalan itu, menjadi duka bagi masyarakat Madura khususnya Bangkalan. Sebab, almarhum merupakan ulama besar dan guru yang dikenal kedisiplinan dan ketegasanya dalam syiar agama islam.

Pantauan di lokasi santri dan alumni mulai memadati Ponpes Nurul Cholil Demangan hingga pasarean Syaikhona Kholil di Desa Martajasah, Kecamatan/Kabupaten Bangkalan sejak pukul 13.00 wib.

Kiayi Zubair, dikaruniai 11 orang anak. Beliau wafat di usianya ke 73 tahun, lahir 1951 dan wafat 2024. Almarhum merupakan putra KH. Muntashor dan Nyai Nadifah binti KH. Imron bin KH. Mohammad Kholil atau yang dikenal Syaikhona Kholil Bangkalan.

Ketua PCNU Bangkalan, KH. Makki Nasir mengungkapkan bahwa kepergian dzurriyah Syaikhona Kholil Bangkalan dan ulama besar Madura tersebut menjadi duka masyarakat Bangkalan dan Madura.

“Kami dan masyarakat Bangkalan merasa sangat kehilangan, atas wafatnya KH. Zubair Muntashor. Ulama besar cicit Syaikhona Kholil sudah meninggalkan kita semua,” ungkapnya saat ditemui di serambi masjid Syaikhona Kholil Bangkalan, Minggu (28/4/2024).

Almarhum KH. Zubair Muntashor merupakan keturunan ke-4 dari Syaikhona Kholil Bangkalan dari jalur ibunya almarhumah Nyai Nadhifah. Beliau merupakan sosok ulama yang totalitas dalam menyiarkan ajaran agama islam.

“Beliau dimasa sehatnya, selalu turun langsung membangunkan santri ke setiap kamar di Ponpes miliknya. Semua itu dilakukan, agar santri bisa menunaikan sholat tepat waktu dan berjemaah,” ujar dia.

Salah satu hal sederhana yang diajarkan pada santri-santrinya, yakni keistiqomahan dan kedisiplinan waktu terutama urusan disiplin sholat diawal waktu.

“Kedisiplinan waktu sholat memang yang sering beliau ingatkan. Wafatnya beliau, membawa duka bagi kita semua. Semoga putra-putri beliau diberikan ketabahan dan kekuatan dalam melanjutkan syiar agama,” pungkasnya. EMBE

Tags: Bani kholilCicit Syaikhona KholilKiai zubair MuntashorKiai zubair wafat
94
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

3 bulan yang lalu
17
Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

3 bulan yang lalu
87
DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

5 bulan yang lalu
24
Diresmikan Menteri Kebudayaan, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

Diresmikan Menteri Kebudayaan RI, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

5 bulan yang lalu
58
Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

5 bulan yang lalu
26
Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

5 bulan yang lalu
30
Berikutnya
Hadiri Petik Laut di Kwanyar, Mahfud S.Ag : Ini Tasyakuran Budaya Maritim Yang Harus Dilestarikan

Hadiri Petik Laut di Kwanyar, Mahfud S.Ag : Ini Tasyakuran Budaya Maritim Yang Harus Dilestarikan

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.