• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Senin, 27 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Madura Bangkalan

Mahasiswa UTM Sosialisasi Pemanfaatan Pekarangan Untuk Ketahanan Pangan Masyarakat Dan Pembuatan Pupuk Organik Cair

  • Rabu, 14 Desember 2022 11:17
FacebookTwitterWhatsApp
Foto/Istimewa

Penanews.id,BANGKALAN- Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan masyarakat dan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari air cucian beras bagi warga di Desa Pendhabah, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Sabtu, (12/11/2022).

Melalui kegiatan itu mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura bekerja sama dengan penyuluh pertanian lapangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangkalan.

Baca Juga:

234850611777173542

Uğurlu Mərc Təcrübəsi Üçün MostBet Bələdçisi

Kegiatan yang diikuti oleh 20 peserta itu dilakukan dengan cara memberikan edukasi melalui presentasi, pembagian modul dan sampel POC pada anggota kelompok tani Desa Pendhabah.

Hal itu diawali oleh pemaparan materi dari penyuluh pertanian lapangan Kecamatan Kamal terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari air cucian beras dan memberi edukasi mengenai manfaat dari masing-masing bahan.

Setelah itu, mereka menjelaskan langkah membuatnya diselingi tanya jawab seputar Pemanfaatan Pekarangan Rumah dan POC. Efek dari POC tersebut akan dapat dilihat setelah kurang lebih 10 hari.

Pekarangan adalah sebidang tanah yang ada di sekitar rumah tinggal tampak bagian depan, belakang, maupun samping dan jelas batas-batasnya, karena letaknya disekitar rumah maka pekarangan mudah untuk dimanfaatkan oleh seluruh anggota keluarga dengan memanfaatkan waktu  yang tersedia.  

Pemanfaatan pekarangan adalah pekarangan yang dikelola secara terpadu dengan berbagai jenis tanaman, ternak dan ikan sehingga akan menjamin ketersediaan bahan pangan yang beranekaragam secara terus menerus guna pemenuhan gizi keluarga.

Kegiatan Pemanfaatan Pekarangan memiliki beberapa tujuan, diantaranya: Memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, menciptakan lingkungan yang hijau. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam memanfaaatkan pekarangan, dan untuk dapat memaksimalkan dalam pemanfaatan pekarangan rumah, pemilik sebaiknya memerhatikan baik-baik dalam pemilihan komoditas tanaman pangan atau tanaman hias yang akan ditanam.

Program ini diharapkan dapat berdampak jangka panjang, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan contoh seperti sayur-sayuran dari lahan pekarangan mereka sendiri. Dengan begitu nantinya diharapkan dapat menjadi hobi baru yang bermanfaat bagi masyarakat terlebih lagi disaat kondisi pandemi saat ini.

Jenis tanaman yang direkomendasikan untuk ditanam dengan menggunakan media polybag di lahan pekarangan rumah warga ialah seperti Cabai, kangkung, sawi, bayam, dan seledri. Jenis sayuran ini tidak sulit merawatnya dan umur panennya cepat sehingga lebih mudah untuk ditanam oleh warga.

Selain itu, perawatannya juga tanpa harus memiliki keahlian khusus. Kegiatan ini juga merupakan salah satu peluang bisnis bagi petani, karena komoditi sayur -sayuran dapat diusahakan dan dilakukan oleh sebagian besar rumah tangga petani baik untuk konsumsi keluarga maupun untuk dijual. Kegiatan itu ditutup dengan pembagian bibit pohon cabai, timun, dan tomat kepada peserta yang hadir.

Sedangkan pupuk organik, merupakan pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari tanaman atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk mengkondisikan atau memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.

Manfaat program kegiatan pembuatan pupuk organik ini bagi masyarakat adalah memberikan pengetahuan ke pada masyarakat dalam memanfaatkan sampah-sampah organik rumah tangga dengan baik dan benar. Pemanfaatan sampah-sampah organik menjadi pupuk bisa dimanfaatkan sebagai pupuk untuk menanam berbagai tanaman di pekarangan rumah.

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat petani dan ibu-ibu rumah tangga di dalam pengelolaan lahan pekarangan rumah khususnya untuk kegiatan pertanian sayur-mayur yang nantinya dapat membantu di dalam peningkatan ekonomi masyarakat dan pemanfaatan sampah-sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair.

Masyarakat Desa Pendhabah terlihat sangat antusias dengan kegiatan ini karena sangat bermanfaat dalam menambah pengetahuan dalam memanfaatkan sampah organik  yang biasanya terbuang percuma menjadi Pupuk Organik Cair yang bermanfaat bagi kesuburan tanaman. Masyarakat berharap edukasi seperti ini dapat dilakukan kembali di masa mendatang dengan berbagai inovasi pemanfaatan limbah menjadi suatu produk yang bermanfaat dan juga mudah dibuat.

Red

66
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

2 bulan yang lalu
16
Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

2 bulan yang lalu
85
Hadiri Parapatan Ranting, Ketua PSHT Sampang Tekankan Pentingnya Pengamalan Ajaran Organisasi

Hadiri Parapatan Ranting, Ketua PSHT Sampang Tekankan Pentingnya Pengamalan Ajaran Organisasi

4 bulan yang lalu
45
DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

4 bulan yang lalu
22
Diresmikan Menteri Kebudayaan, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

Diresmikan Menteri Kebudayaan RI, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

4 bulan yang lalu
55
Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

5 bulan yang lalu
24
Berikutnya
Partai Demokrat ‘Hattrick’: Tiga Tahun Raih Predikat Partai Politik ‘Informatif’ dari KIP

Partai Demokrat ‘Hattrick’: Tiga Tahun Raih Predikat Partai Politik ‘Informatif’ dari KIP

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.