• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Senin, 20 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Nasional

Mahfud MD Cerita Tetangganya Jadi Korban Mafia Tanah, Melapor Pun Ditolak Karena Miskin

  • Jumat, 8 Oktober 2021 15:07
FacebookTwitterWhatsApp
Mahfud MD
Menkopolhukkam Mahfud MD

Penanews.id, JAKARTA – Seorang mbok-mbok (ibu-ibu) diusir oleh polisi dan lurah saat mengadu masalah dugaan penyerobotan lahannya oleh mafia tanah. Peristiwa itu terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kisah Si Mbok diceritakan oleh Menko Polhukam Mahfud Md. Si Mbok adalah tetangganya.

Baca Juga:

Mahfud MD: Al Zaytun Adalah Bekas Wilayah NII Komandemen 9

Andai Tak Jadi Menteri, Mahfud MD Juga Akan Kritik RUU Cipta Kerja

“Saya punya tetangga di Jogja, itu mbok-mbok. Tiba-tiba di atas tanahnya sudah terbangun hotel,” kata Mahfud menirukan percakapan di acara seminar nasional ‘Peran Komisi Yudisial dalam Silang Sengkarut Kasus Pertanahan’ secara virtual, Kamis (7/10/2021).

“Dia ngadu ke polisi, diusir karena dia seorang mbok-mbok yang miskin. Katanya ‘(Pembangunan hotel) itu sudah selesai, kamu apa dasarnya’, diusir,” sambung Mahfud.

Mahfud menuturkan mbok itu juga diusir saat mengadu ke lurah setempat. Peristiwa itu terjadi sebelum Mahfud menjadi Menko Polhukam.

“Ngadu ke lurah, diusir juga. Datang ke saya, pada waktu itu saya belum Menko Polhukam. Saya komunikasikan ke pejabat setempat, ini (mbok) kan dulu sudah punya dan dia tidak merasa menjual, kok tiba-tiba sudah dikuasai oleh pemilik hotel,” ujarnya.

Mahfud menyampaikan mbok itu diusir lantaran dipandang miskin. Sebab, datang mengadu dengan berpakaian jelek. Bahkan, kata Mahfud, sudah ada preman yang membisiki para aparat untuk mengusir orang yang datang mengadu.

“Dan kita kasihan, rakyat kecil mau ngadu itu karena dia pakaiannya jelek, orangnya ndak menjaga gitu. Dateng ke kantor polisi ngadu, ‘Mau apa kamu’, ‘Saya mau ngadu tanah’, ‘Ndak usah ke sini, sudah selesai’,” cerita Mahfud menirukan percakapan Mbok dengan polisi saat itu.

Mahfud mengatakan kasus-kasus seperti tetangganya itu banyak terjadi karena ada mafia tanah. Menurutnya, hal-hal seperti itu menjadi persoalan agraria yang harus dihadapi ke depannya.

“Yang begini-begini yang banyak terjadi. Itu mafia tanah. Banyak sekali orang sudah menang, dikalahkan. Orang nggak pernah menjual tanah tahu-tahu tanahnya beralih. Ini yang harus kita hadapi ke depan,” imbuhnya.

SUMBER: detik.com

Tags: Karena miskinKorban mafia tanahmafia tanahMahfud MD
56
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

4 bulan yang lalu
20
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

5 bulan yang lalu
34
Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

5 bulan yang lalu
34
Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

6 bulan yang lalu
22
Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

11 bulan yang lalu
57
Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

11 bulan yang lalu
42
Berikutnya
Paripurna Pembahasan RAPBD Sumenep 2022 Hanya Diikuti 7 Anggota Dewan, Ini Alasannya!

Paripurna Pembahasan RAPBD Sumenep 2022 Hanya Diikuti 7 Anggota Dewan, Ini Alasannya!

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.