Tepat hari ini, 17 April 2021, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merayakan harlahnya yang ke 61 tahun. Meski bukan organisasi yang tertua, namun kiprah PMII yang dibentuk pada 17 April 1960 kian terasa dan menunjukkan betapa besar kiprah para kadernya di segala bidang kehidupan.
Ketua IKA- PMII Surabaya, Mahfud S.Ag, punya wejangan kepada para kader agar tema harlah ke 61 benar-benar terwujud yaitu ‘PMII Terdepan dalam Kemajuan’.
Oleh: Mahfud S.Ag
Hari ini bangsa kita menghadapi tantangan yang sangat besar selain pandemi covid19. Kita juga di dihadapkan dengan radikalisme dan terorisme yang sangat merongrong terhadap NKRI. Sehingga PMII harus hadir ditengah masyarakat dalam bentuk penyadaran dan perlawanan terhadap perusak negara
PMII merupakan organisasi mahasiswa yang berpondasi ahlussunah wal jamaah. Sehigga Kita harus terus mendukung kaderisasi di kampus secara lebih masif dengan membumikan Islam yang damai (rahmatan Lil’Alamin) di kampus dalam menangkal radikalisme dan terorisme atas nama agama.
Sebagai organisasi yang besar PMII sudah sepatutnya menyiapkan instrumen kaderisasi yang dapat menunjang kemampuan operasional setiap kader.
Bukan hanya di masa kini tapi juga di masa yang mendatang, Mau tidak mau berpikir secara futuristic melalui analisis serangkaian kemungkinan atas situasi yang akan di hadapi masa yang akan datang yang akan di hadapi di setiap kader.
Dalam soal kebangsaan, PMII mengajarkan tentang arti pentingnya mencintai tanah air, rasa kebangsaan yang telah terpatri dalam diri kader PMII.
Islam sama sekali tidak bertentangan dengan konsep kebangsaan yang selama ini kita anut, bahkan islam memadu kita untuk menjaga, merawat, dan mempertahankan bangsa dan tanah air dari berbagai gangguan.
PMII mengajarkan untuk memahami secara baik sejarah bangsa ini, sejarah islam Indonesia, sejarah NKRI hingga tercipta sebuah optimisme dalam diri kita, bahwa bangsa ini akan menjadi bangsa yang “thoiyyibatun wa robbun ghofur”.
Ada tiga aspek yang menjadi pegangan fundamental para kader PMII dalam bergerak.
Pertama, aspek tauhid atau ketuhanan. Di sini PMII harus mampu mengaplikasikan nilai-nilai tauhid dalam berbagai kehidupan
Kedua, hubungan manusia dengan tuhan (hablum minallah). Hubungan antara hamba dengan penciptaNya, tujuannya yaitu mengharapkan ridho Allah semata dalam setiap pergerakan.
Ketiga, aspek kemanusiaan atau hubungan manusia dengan manusia (hablum mimannas).
Kini PMII sudah berumur 61 tahun. Umur yang relatif dewasa dalam sejarah organisasi. Maka tuntutan kedepan PMII juga harus lebih dewasa dan berbuat secara dewasa untuk berkontribusi pada Agama dan Negara
Selamat ulang tahun pergerakan ku
*Penulis adalah ketua Ika PMII Surabaya.
Anggota DPRD Jatim fraksi PDI perjuangan


