• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Rabu, 10 Juni 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Madura Bangkalan

Program Kartu Tani Bangkalan dan Kendalanya

  • Rabu, 9 September 2020 21:44
FacebookTwitterWhatsApp
Abdul aziz DPRD Bangkalan
Anggota DPRD Bangkakan Abdul Aziz

penanews.id, BANGKALAN– Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur H. Abdul Aziz mempertanyakan iktikad pemerintah untuk membantu para petani di kabupaten setempat.

Hal itu Ia lontarkan melihat jumlah petani di Bangkalan yang terdata sebanyak 64 ribu namun yang mendapat kartu tani dari pemerintah hanya 16 ribu.

Baca Juga:

PAW Kades Aeng Taber: Antara Regulasi dan Etika Politik

Legislator Bangkalan, Imam Wahyudi, Kecam Tragedi Pembunuhan di Desa Banjar

“Sosialisasi ini mulai dari 2017. Tapi kok cuma dapat segitu,” ujar dia dihadapan sejumlah wartawan, Rabu 9 September 2020 usai kegiatan sosialisasi kartu tani.

Aziz menilai, minimnya kuota kartu tani yang diperoleh petani Bangkalan disinyalir kurang gregetnya penyuluh pertanian dan Dinas Pertanian kabupaten setempat.

“Saya berharap penyuluh pertanian tidak menunggu bola, tapi jemput bola,” pintanya.

Masyarakat, lanjut Aziz, tidak mengerti caranya mendapatkan kartu tani. Untuk itu, lanjut politisi PPP itu, para penyuluh untuk turun langsung mengajak para petani.

“Saya berharap penyuluh turun kebawah menjemput bola agar bagaimana masyarakat masuk di kelompok tani dan terkaver di RDKR semua,” ucapnya.

Pria asal Kecamatan Socah itu juga meminta kepala desa ikut serta mensosialisasikan terhadap bawahannya dan mengajak para petani untuk bergabung dengan kelompok tani (Poktan).

Dengan menggalakkan sosialisasi ke desa-desa, lanjut dia, merupakan salah satu langkah konkrit untuk menyadarkan petani.

“Dengan demikin komunikasi antara penyuluh pertanian dan petani bisa terjalin,” katanya.

“Sosialisasi di Desa Keleyan mulai saya jalankan, semoga mampu menggugah kesadaran petani,” imbuhnya.

Sementara Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Socah Supriyono mengatakan, untuk kuota yang menentukan adalah pusat.
“Kita hanya mengajukan, pusat yang menetukan,” ucapnya.

Abdi

Tags: Dprd Bangkalankartu tani Bangkalankuota pupuk bangkalan
147
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Alev casino güncel giriş linkiyle hızlı ve kolay erişim

3 minggu yang lalu
5

845126251779325975

3 minggu yang lalu
5
Bhinneka Tunggal Ika Kunci Redam Intoleransi di Era Politik Identitas

Bhinneka Tunggal Ika Kunci Redam Intoleransi di Era Politik Identitas

2 bulan yang lalu
34
Hasani bin Zuber: Nasionalisme Perlu Adaptif di Tengah Arus Budaya Pop Global

Hasani bin Zuber: Nasionalisme Perlu Adaptif di Tengah Arus Budaya Pop Global

2 bulan yang lalu
31
Gadis Asal Kwanyar Bangkalan Lapor Polisi Usai Mengaku Jadi Korban Persetubuhan

Gadis Asal Kwanyar Bangkalan Lapor Polisi Usai Mengaku Jadi Korban Persetubuhan

3 bulan yang lalu
206
Aksi Ramadan H. Her: Ribuan Siswa MBG Kebagian Rp50 Ribu

Aksi Ramadan H. Her: Ribuan Siswa MBG Kebagian Rp50 Ribu

3 bulan yang lalu
22
Berikutnya
Sejarah Haornas dan Digelarnya PON Pertama di Solo

Sejarah Haornas dan Digelarnya PON Pertama di Solo

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.