• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Sabtu, 7 Maret 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Madura Bangkalan

Ditanya Soal Identitas Bangkalan Kota Dzikir dan Sholawat, Ini Jawaban Ketua PC NU Bangkalan

  • Minggu, 19 Juli 2020 14:33
FacebookTwitterWhatsApp

Penanews.id, Bangkalan-Maraknya kasus kesusilaan di Kabupaten Bangkalan menodai kota yang beridentitas Kota Dzikir dan Sholawat. Pasalnya Bangkalan yang banyak melahirkan ulama-ulama terkemuka, dan di dalamnya banyak menjamur pesantren-pesantren rupanya belum bisa merepresentasikan sebagai kota religius yang kental dengan nilai moral.

Dalam Webinar yang dilaksanakan oleh Persatuan Mahasiswa Kokop (PMK) dengan mengangkat tema Edukasi Milenial demi Mewujudkan Bangkalan Beradab sebagaimana dituturkan ketua PMK bahwa acara itu bertujuan sebagai upaya penanggulangan agar kasus kesusilaan tidak terjadi kembali.

Baca Juga:

Khidmatnya Rutinan MDS Rijalul Ansor di Pesantren Darul Hasan Lajing

Rayakan Anniversary ke-4, AHPC Madura Santuni Anak Yatim dan Sambut Komunitas SE-Jatim

“Sebagai upaya penanggulangan dengan memberikan pendidikan, sosialisasi dan penyadaran kepada pemuda agar dapat terkontrol dan kejadian biadab itu tidak terulang kembali” Tuturnya.

Dalam Webinar tersebut diisi oleh Kiai Makki Nashir, Ketua PC NU Bagkalan, dan Mutmainnah, ketua sekaligus founder Muslimah Humanis Foundation (MHF).

Dalam sesi tanya jawab, ada pertanyaan menarik dari peserta atas nama akun Pendopo Pergerakan. Ia mempertanyakan terkait identitas Kota Dzikir dan Sholawat dengan situasi yang saat ini melanda Bangkalan. Pertanyaan tersebut diarahkan kepada Kiai Makki Nasir.

Menanggapi hal tersebut, Kiai Makki, menjelaskan bahwa dalam kehidupan, suatu keburukan merupakan keniscayaan. Maka, dalam Islam dinyatakan saat menemui keburukan maka respon yang semestinya adalah harus merubahnya sesuai kapasitas masing-masing.

“Jika menemukan keburukan di sekitar, maka kita harus merubahnya agar lebih baik sesuai kapasitas kita, pihak penegak hukum, menghukum dengan adil, pejabat publik dengan kebijakannya dan tokoh agama dengan fatwanya” Paparnya.

Terkait Kota Dzikir dan Sholawat, Kiai Makki menyatakan simbolisasi suatu tempat dengan simbol positif, selain mengambil dari nilai filosofis Bangkalan yang kental dengan nilai religius, dapat menjadikan Bangkalan dan warga Bangkalan menjadi jiwa yang bermoral dan religius.

Kiai Makki menganalogikan dengan sebuah kata bahwa setiap kata mempunyai tujuan maknanya masing-masing yang ingin dicapai.

“Ibarat kata, maka setiap kata mempunyai makna dan tujuannya masing-masing yang terpatrih dalam suatu harapan” Tukasnya.

Maka diakhir pemaparannya sebagai upaya penanggulangan, dia meminta untuk bersama-sama membenahi persoalan yang sedang melanda karena itu menjadi tanggung jawab warga Bangkalan pada umumnya.

“Untuk menanggulangi persoalan ini, kita harus bersama-sama memberikan edukasi, sosialisasi serta penyadaran baik kepada pemuda,dan yang tua sekali pun” Pungkasnya.

Syam

Tags: BangkalanIdentitas kota BangkalanKekerasan seksualPersatuan mahasiswa kokop
193
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

1 minggu yang lalu
14
Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

2 minggu yang lalu
75
DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

2 bulan yang lalu
16
Diresmikan Menteri Kebudayaan, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

Diresmikan Menteri Kebudayaan RI, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

2 bulan yang lalu
49
Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

3 bulan yang lalu
20
Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

3 bulan yang lalu
23
Berikutnya
Mahasiswa UTM Bekerjasama dengan Pemerintah Desa Abar Abir Lakukan Penyemprotan Desinfektan dan Bagi-bagi Masker Untuk Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Mahasiswa UTM Bekerjasama dengan Pemerintah Desa Abar Abir Lakukan Penyemprotan Desinfektan dan Bagi-bagi Masker Untuk Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.