• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Jumat, 26 Juni 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Jatim

Senjata Buatan Pindad Ditemukan di Persembunyian Teroris, Dipasok Oknum TNI?

  • Sabtu, 25 April 2020 14:57
FacebookTwitterWhatsApp
kompas.com

penanews.id, MALANG – Intelijen TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh Malang tengah menyelidiki kebenaran kabar anggota tentara terlibat jaringan terorisme.

Informasi yang diterima tempo  menyebutkan oknum anggota TNI AU itu memasok senjata organik untuk aksi terorisme.

Baca Juga:

Dua Anggota TNI AU Injak Kepala Warga, Begini Kata Komnas HAM

Cegah Anak Muda Jadi Teroris, Ketua DPR Ingatkan Tentang Edukasi Ketahanan Keluarga

Oknum tentara tersebut diduga memasok senjata api jenis SS-1 V-5 buatan Pindad kepada kelompok teroris Jamaah Ansyarul Daulah (JAD) Jawa Timur.

“Pihak intelijen masih menyelidiki kebenaran informasi yang beredar tersebut,” kata Kepala Penerangan dan Perpusatakaan Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh Letnan Kolonel Dodo Agusprio saat dihubungi Tempo, Jumat 24 April 2020.

Detasemen khusus antiteror (Densus) 88 menangkap terduga teroris berinisiasl AH di kantor jasa ekspedisi Samudra Jaya, Jalan Kunti Nomor 72, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Penggerebekan dilakukan pada Kamis 23 April 2020 pukul 09.20 WIB. Penangkapan dilakukan bersama bantuan dari Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur.

Terduga teroris AH mengenal salah seorang tokoh Jamaah Ansyarul Daulah (JAD) Jawa Timur selama menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Madura. Saat di lapas itu, keduanya intens berkomunikasi. Diduga selama di lapas, AH terpapar paham radikalisme dan ekstremisme.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa sebuah senapan serbu laras panjang jenis SS-1 V-5 kaliber 5.56 milimeter produksi PT Pindad. Senjata tersebut, merupakan senjata organik militer Indonesia.

Dua buah senjata api rakitan jenis pistol merek Browning kaliber 9 milimeter, dua buah magazine senjata api laras panjang kaliber 5.56 milimeter, dua buah magazine senjata api pistol kaliber 9 milimeter, 138 butir amunisi kaliber 5.56, sebanyak 250 butir amunisi kaliber 9 milimeter merek Pindad.

lima butir amunisi mimis senapan angina, sebutir amunisi ramset, sebuah kendaraan merek Daihatsu Grand Max, lima telepon genggam dan sebuah aurat wasiat untuk melakukan amaliyah.

“Senjata api dan ratusan amunisi disita sebagai barang bukti,” katanya.

Kepala Kepolisian Resor Malang, Ajun Komisaris Hendri Umar berujar perkara tersebut masih didalami Densus 88. Hingga kini ia belum mengantungi informasi mendetail mengenai penangkapan terduga teroris tersebut.

“Menunggu informasi lengkap dari Densus 88,” ujarnya melalui aplikasi perpesanan. (TEMPO.CO)

Tags: senjata ilegalterorisTNI AU
171
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

HUT TNI ke-80, Arsenal Batuporon Ajak Warga Bersih Pantai dan Jaga Area Vital

HUT TNI ke-80, Arsenal Batuporon Ajak Warga Bersih Pantai dan Jaga Area Vital

9 bulan yang lalu
130
Marching Band Al-Amien Prenduan, Raih Juara Umum di Kompetisi Nasional GMBC 2025

Marching Band Al-Amien Prenduan, Raih Juara Umum di Kompetisi Nasional GMBC 2025

9 bulan yang lalu
109
PORSENIJAR Zona 3, PGRI Bangkalan Tampil Perdana Langsung Torehkan Prestasi

PORSENIJAR Zona 3, PGRI Bangkalan Tampil Perdana Langsung Torehkan Prestasi

10 bulan yang lalu
71
Demokrat Bangkalan Peringati Harlah ke-24 dengan Virtual Meeting dan Aksi Sosial

Demokrat Bangkalan Peringati Harlah ke-24 dengan Virtual Meeting dan Aksi Sosial

10 bulan yang lalu
54
Petronas Diultimatum Nelayan: Bayar Ganti Rugi atau Angkat Kaki

Petronas Diultimatum Nelayan: Bayar Ganti Rugi atau Angkat Kaki

10 bulan yang lalu
55
GSN Bantah Ada Pungutan Bantuan Becak Listrik Presiden di Bangkalan

GSN Bantah Ada Pungutan Bantuan Becak Listrik Presiden di Bangkalan

12 bulan yang lalu
112
Berikutnya
Lagi, Pelayaran Asal Klampis Positif Corona, Pasien Positif  Bangkalan jadi 9 Orang

Lagi, Pelayaran Asal Klampis Positif Corona, Pasien Positif Bangkalan jadi 9 Orang

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.