• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Jumat, 5 Desember 2025
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Nasional

Alasan Gusdur dan Soeharto Belum Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

  • Sabtu, 9 November 2019 10:59
FacebookTwitterWhatsApp

penanews.id, JAKARTA – Selain KH Masjkur. Masyarakat Jawa Timur juga mengusulkan nama KH Abdurrahman Wahid agar diberi gelar pahlawan nasional.

Bahkan, Mantan Presiden Soeharto, juga diusulkan oleh kelompok masyarakat lain menerima gelar yang sama. Namun, saat penganugerahan digelar di istana negara Jumat (8/11), tak ada nama Gusdur juga Soeharto.

Baca Juga:

Soeharto Bisa Apa Kalau Tidak Jadi KNIL?

Perlunya Suksesi Kekuasaan

Wakil Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, Jimly Asshiddiqie mengatakan nama Gusdur juga Soeharto tidak lolos masih dengan alasan yang sama yaitu waktu meninggalnya belum terlalu lama.

Soeharto meninggal pada 2008. Gusdur wafat setahun kemudian pada 2009. ” (KH Masjkur) sudah meninggal 30 tahun lalu,” kata Jimly dikutip dari katadata.co.id.

Selain alasan itu, Menurut Jimly, Gusdur dan Soeharto juga terganjal perkara hukum. Soeharto misalnya disebut-sebut dalam Tap MPR karean kekuasaannya menciptakan KNN.

Sedangkan Gusdur, meski sebagai pribadi yang luar biasa, sayangnya dia pernah jadi Presiden namun diberhentikan oleh MPR. “Ini masalah hukum serius, saya belum tahu, apakah ada solusi di kemudian hari,” ungkap Jimly.

Ada pun enam rokoh yang mendapat gelar pahlawan nasional yaitu K.H Masjkur, mantan mentri Agama ke enam asal Malang. Ruhana Kuddus dari Sumatera Barat. Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yii Ko) dari Sulawesi Tenggara.

Prof. Dr. M. Sardjito, MPH dari D.I. Yogyakarta, Prof. K.H A. Kahar Mudzakkir dari D.I. Yogyakarta, serta Alexander Andries Maramis dari Sulawesi Utara.

Tags: Gusdur pahlawan nasionalKH Masjkur pahlawan nasionalSoeharto
31
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

2 minggu yang lalu
18
Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

3 minggu yang lalu
25
Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

1 bulan yang lalu
15
Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

6 bulan yang lalu
45
Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

7 bulan yang lalu
28
Dikungjungi Menteri Ekraf, SBY Umumkan Akan Gelar Pameran Tunggal dan Luncurkan Karya Seni Terbaru Akhir Tahun ini

Didukung Menteri Ekraf, SBY Akan Hadirkan Pameran dan Luncurkan Karya Seni Terbaru di Akhir Tahun

7 bulan yang lalu
42
Berikutnya
Ada Pungli di Sekolah, Laporkan kesini

Ada Pungli di Sekolah, Laporkan kesini

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.