• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Kamis, 22 Januari 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Madura Bangkalan

Banser dan Lucunya Bupati Bangkalan Pimpin Upacara Pakai Bahasa Madura

  • Selasa, 22 Oktober 2019 22:37
FacebookTwitterWhatsApp

Bupati bangkalan, R Abdul latief, Ketua PCNU bangkalan, kH Makki Nasir dan Ketua RMI Bangkalan Kh Nasih Aschal

Penanews.id, BANGKALAN – Upacara memperingati Hari Santri Nasional yang digelar di lapangan alun-alun Kota Bangkalan memicu gelak tawa warga yang menyaksikan.

Baca Juga:

H. Her Berencana Buka Usaha di Bangkalan, Bupati Terpilih: Bangkalan Sangat Terbuka

Rangkaian Peringatan Hari Santri di Bangkalan Dibuka dengan Kirab Meriah

Upacara ini menarik karena semua perintah dari komandan dan inspektur upacara diucapkan dalam bahasa Madura.

Momen paling menggelitik adalah saat upacara telah selesai. Komandan melapor kepada inspektur upacara yaitu Bupati Bangkalan Abdul Latief.

“Alapor, opacarah ampon rampong,” kata Komandan.

“Pabujer,” jawab inspektur upacara.

Bupati Latief mengatakan upacara HSN tahun ini sengaja menggunakan bahasa Madura, agar tetap lestari. Dia prihatin, sebab banyak kalangan muda, malu berbahasa Madura.

“Bahasa madura sekarang ini mulai terkikis, harus ada upaya-upaya agar tetap lestari,” kata dia.

Dibalik gelak tawa upacara ini. Banyak yang tidak menyadari peran penting Banser dalam suksesnya upacara itu.

Setidaknya, ada 12 personel Banser yang terlibat pengamanan upacara. Empat personel ditempatkan di bawa tiahg bendera. Dua personel di depan panggung utama dan enam banser mengawak mobil wilis yang dinaiki Bupati Bangkalan saat memeriksa pasukan.

Para personel Banser sebagian besar tidak tinggal di puaat kota. Kasatkorcab Banser Bangkalan, Abdul Qodir misalnya tinggal di Desa Alaskokon, Kecamatan Modung. Butuh dua jam, untuk mencapai lokasi upacara.

Demi memastikan personel Banser yang terlibat upacara telah siap, dia sudah berangkat sejak pukul enam pagi dari rumahnya.

“Alhamdulilah upacara lancar, ini bentuk pengabdian kepada NU dan Negara,” ucap Qodir. (RYD))

Tags: Banser BangkalanBupati BangkalanHSN Bangkalan 2019
618
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Hadiri Parapatan Ranting, Ketua PSHT Sampang Tekankan Pentingnya Pengamalan Ajaran Organisasi

Hadiri Parapatan Ranting, Ketua PSHT Sampang Tekankan Pentingnya Pengamalan Ajaran Organisasi

3 minggu yang lalu
30
DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

4 minggu yang lalu
9
Diresmikan Menteri Kebudayaan, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

Diresmikan Menteri Kebudayaan RI, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

1 bulan yang lalu
15
Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

1 bulan yang lalu
17
Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

1 bulan yang lalu
19
UTM dan Kemenaker Teken MoU, Cetak Mahasiswa Siap Kerja Lewat Program Unggulan

UTM dan Kemenaker Teken MoU, Cetak Mahasiswa Siap Kerja Lewat Program Unggulan

2 bulan yang lalu
23
Berikutnya
Ini 34 Menteri Jokowi, Menkes Mengejutkan !

Ini 34 Menteri Jokowi, Menkes Mengejutkan !

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.